SELAMAT DATANG DI BLOG NAGARI "BATU PALANO" ......
 - Imbauan Bagi Anak Nagari Untuk Berpartisipasi Dalam Blog Ini
     Web ini adalah milik kita smua..milik anak nagari Batu Palano yang berfungsi sebagai wadah/sarana untuk bersilaturahmi antara satu dengan yang lainnya
     Kami mengimbau kepada seluruh sanak saudaro dimana pun berada untuk dapat berpartisipasi dalam web ini untuk mengirimkan artikel2 yang berguna bagi kita semua dan juga informasi2 bagi sanak saudara kita yang mkn membutuhkannya baik kabar sukacita maupun duka cita atau hal2 lainnya..
    Semua yang akan dikirimkan pasti akan kami post kan , alamat post dapat di e-maikan ke: syafrizal89@yahoo.com. Saran dan sumbangan fikiran dari sanak saudara kami harapkan untuk kemajuan kita bersama....

Showing posts with label - Artikel. Show all posts
Showing posts with label - Artikel. Show all posts

Wednesday, March 11, 2009

- ASAL USUL STRESS

  Dari mana sesungguhnya asal usul stres? Para psikolog dan agamawan mencari solusi. Dan jutaan judul buku memasuki era industrinya hanya karena stres publik. Situasi demikian dimanfaatkan scbagai komoditi. Ada komoditas intelektual, ada juga komoditas obat-obatan, ada komoditas paranormal, dan juga ada komoditas instan untuk menanggulangi stres.

  Alhasil,
para sufi ikut unjuk gigi. Stres menurut para sufi disebabkan oleh nuansa paling sederhana. Yaitu; "Urusan duniawi masuk dalam wilayah Ketuhanan. Atau urusan hidup sehari-hari dimasukkan dalam hati kita. Maka hati jadi tertekan dan benturan psikologis menimbulkan konflik dalam diri sendiri."

  Anda mungkin bertanya, bisakah urusan dunia ini tidak masuk dalam hati kita? Mungkinkan kita mengurus kehidupan ini tanpa campur tangan hati kita?

  Bisa dan sangat mungkin. Kenapa? Hati adalah rumah Ilahi (qalbul mukmini baitullah). Hati orang beriman itu rumahnya Allah. Oleh sebab itu, rumah Allah harus bersih, bercahaya, bahkan mencahayai fikiran dan akal kita, mencahayai langkah kehidupan kita. Dunia dan seisinya ini cukup diurus oleh ikhtiar kita. Ikhtiar itu tempatnya ada dalam akal, fikiran, dan jasad kita.

  Jika ikhtiar masuk dalam hati, maka hati akan ternodai. Bahkan terkotori oleh kontaminasi konflik yang sangat menyesakkan jiwa.

  Oleh karenanya, setiap hari manusia harus bisa memisahkan mana yang harus diurus di dalam kamar hati, mana yang harus diurai oleh bilik akal, dan mana yang harus diperhitungkan oleh pikiran kita dan alat apa yang bisa mengendalikan nafsu kita.

  Coba Anda renungkan dengan membuka jendela masa lalu Anda. Kenapa stres itu muncul dan kenapa ketakutan itu muncul justru disebabkan oleh hantu ketakutan itu sendiri? Coba Anda ingat, sejak bangun tidur hingga saat Anda membaca tulisan ini sudah berapakali Anda berterima kasih kepada Allah? Kenapa Anda merasa kurang mendapat nikmat Allah, sedangkan ketika Allah melimpahkan nikmat-Nya justru Anda enggan menjaga nikmat itu?

  Nah, anatomi stres ini perlu kita bedah. Bukan melalui uraian akademis, tetapi melalui amaliyah dan praktik psikologis kita sehari-hari dalam menyikapi suatu problem. Dan ketika problem itu masuk dalam hati kita, sesungguhnya di sanalah munculnya hawa nafsu kita. Persinggungan antara wilayah hati dengan wilayah duniawi adalah awal tumbuhnya nafsu kita. Baik nafsu yang memunculkan ketamakan dan harapan atau pun nafsu suka cita yang melebihi kewajaran. Bahkan nafsu marah yang membakar dada kita. Nah!

Baca Selengkapnya......

Saturday, February 14, 2009

- KESEMPATAN

  Ada 3 tipe manusia melihat sebuah kesempatan. Dalam pepatah mandarin dikatakan:

  1. Orang yang lemah, menunggu kesempatan.
  2. Orang yang kuat, menciptakan kesempatan.
  3. Orang yang cerdik/bijak, memanfaatkan kesempatan.

Bagi orang lemah, bila kesempatan belum datang, dia akan menunggu dan menunggu sampai kesempatan itu datang, Bila ditunggu kesempatan belum juga datang, dia berpikir, yah…. Ini memang nasibku.

  Tipe kedua : bagi orang kuat, bila kesempatan belum datang, dia akan mengunakan berbagai macam cara, kreatifitas, koneksitas, dan segenap kemampuannya untuk menciptakan kesempatan itu datang padanya.

  Tipe ketiga : bagi orang cerdik/bijak, dia akan memanfaatkan kesempatan karena dia menyadari kesempatan adalah sesuatu yang berharga, belum tentu kesempatan itu datang untuk kedua kali. Memang pada kondisi tertentu, kadang munculnya kesempatan itu butuh pematangan waktu. Kita perlu menunggu sesaat, tetapi bukan dengan sikap yang pasif, sebaliknya, kita menunggu kesempatan itu dengan sikap waspada, proaktif dan penuh kesiapan.

  Seperti sikap seekor kucing yang akan menangkap tikus, kucing bisa dengan sabar, waspada, penuh kesiapan menunggu kesempatan tikus keluar dari lubang persembunyiannya. Begitu tikus keluar, kucing akan segera menyergap mangsanya. Keberhasilan kucing melumpuhkan tikus adalah serangkaian proses melakukan 3 hal yang saya bicarakan di atas, yaitu kemampuan menunggu kesempatan bukan secara pasif tetapi proaktif, penuh kesiapan.

  Begitu kesempatan tercipta langsung dimanfaatkan. Kesempatan merupakan salah satu factor yang harus dimiliki bagi siapa saja yang mau mengembangkan diri. Tanpa kesempatan yang tersedia, tidak mungkin kita bisa sukses. Oleh sebab itu bila kesempatan belum datang, kita harus berusaha menciptakannya, bahkan di dalam kesulitan pun, jika kita punya keuletan untuk berusaha terus menerus, suatu hari, kesempatan pasti akan datang. Persis seperti yang dikatakan oleh ilmuwan besar Albert Enstein:

  IN THE MIDDLE OF DIFFICULLTY LIES OPPORTUNITIES. Di dalam setiap kesulitan terdapat kesempatan. Pastikan dengan segenap kreatifitas, kerja keras, keuletan dan niat baik kita ciptakan kesempatan, manfaatkan kesempatan untuk mengembangkan diri semaksimal mungkin dan memperoleh kehidupan yang lebih baik, lebih sukses, dan lebih berarti !!!

quran sains

Baca Selengkapnya......

Saturday, January 31, 2009

- UNGKAPAN SEBATANG POHON APEL

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel .

Setiap hari. ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon,memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.

Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.

Suatu hari ia mendatangi pohon apel.
Wajahnya tampak sedih.

“Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.
“Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi.” jawab anak lelaki itu.
“Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”
Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.”

Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita.

Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi.

Pohon apel itu kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang.

“Ayo bermain-main denganku lagi.” kata pohon apel.
“Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu.
“Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?”
“Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu.”kata pohon apel.

Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira.

Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi.

Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi.

Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.

“Ayo bermain-main lagi denganku.” kata pohon apel.
“Aku sedih,” kata anak lelaki itu.
“Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?”
“Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah .”

Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.

“Maaf anakku,” kata pohon apel itu.
“Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.”
“Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu.” Jawab anak lelaki itu.
“Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat.” Kata pohon apel.
“Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu.” Jawab anak lelaki itu.
“Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini.” Kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.
“Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang.” kata anak lelaki.
“Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.”
“Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat.
Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.”

Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.,pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

Pesan Moral:
Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita.
Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.
Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan.
Tak peduli apapun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia.
Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.

Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.

Baca Selengkapnya......

Wednesday, January 28, 2009

- KEKUATAN UANG

Kekuatan Uang

   Bagaimana uang bisa mengubah hidup seorang manusia, itu merupakan hal biasa. Begitu juga pemakaian uang untuk keperluan hidup lain nya bahkan suap-menyuap dengan tujuan tertentu, sudah bukan rahasia lagi. Berikut merupakan contoh nyata betapa selembar uang bisa mengubah pikiran orang dalam hitungan detik.

    Peristiwa ini diceritakan oleh mantan perdana menteri Inggris yang terkenal, Winston Churchill. Sore itu ia dijadwalkan menyampaikan pidatonya yang akan dipancarluaskan ke seluruh Inggris. Kebetulan sopir kementerian yang ditunggunya belum muncul, padahal acara siarannya tinggal sejam lagi. Karena tak ingin terlambat sampai di studio, orang nomor satu di Inggris itu segera lari ke pinggir jalan untuk mencegat taksi.

   Tak lama kemudian sebuah taksi lewat. Segera Churchill menyetopnya dan menyuruh sopir taksi ngebut secepatnya ke stasiun radio BBC yang terletak di West End, London.

  "Maaf Tuan," jawab si sopir taksi seraya menggelengkan kepalanya. "Sebaiknya, Bapak mencari taksi lain saja. "

  "Kenapa tidak mau," jawab sang perdana menteri dengan nada tinggi, lantaran kesal tidak boleh masuk ke dalam taksi.

  "Dalam situasi biasa sih, tidak ada masalah, Pak," jawab sopir dengan nada minta maaf. Ia tidak mau tahu keinginan calon penumpang yang tampak terburu-buru ini.

  "Ketahuilah, pada pukul 18.00, PM Winston Churchill akan pidato, dan sebagai warga negara yan g baik saya harus segera pulang ke rumah untuk mendengarkan pidatonya."

  Mendengar jawaban itu Churchill sangat terkejut bercampur bangga. Ternyata rakyat kecil Inggris amat menghargapi pemimpinnya. Tanpa sadar ia mengeluarkan uang selembar poundsterling dan memberikan kepada sang sopir.

  Sambil ekor matanya melirik angka di lembaran uang yang ditawarkan, dalam sekejap sang sopir amat bersemangat dan berkata, "Silakan masuk, Pak. saya akan antar anda ke manapun.  Persetan dengan Mr. Churchill." Tidak diceritakan lagi, bagaimana perasaan perdana menteri itu selama di perjalanan. (*/Djs)/intisari

Baca Selengkapnya......

Tuesday, January 27, 2009

- BELAJAR DARI KATAK

KISAH SANG KATAK
Pada suatu hari ada segerombol katak-katak kecil yang menggelar lomba lari.....

Tujuannya adalah mencapai puncak sebuah bukit yang tinggi dan curam !!!
Banyak penonton berkumpul bersama menyaksikan
perlombaan untuk memberi semangat para peserta..... dan peluit ditiup...

priiittt... perlombaan dimulai...!!!

Sejujurnya, tak satu pun penonton benar-benar percaya bahwa katak-katak
kecil akan bisa mencapai puncak bukit curam itu.

Penonton berteriak :

'Wow... jalannya terlalu suliiittt...!!! Mereka TIDAK AKAN PERNAH sampai
ke puncak bukit... percuma'

'Tidak ada kesempatan untuk berhasil... bukitnya terlalu curam...!!!'

Sepanjang perlombaan katak-katak kecil mulai berjatuhan... satu per satu...

dimulai dng yang kegemukan & tidak mempersiapkan diri...

ada yang kecapaian karena bermental LOSER...

ada yang berhenti karena TIDAK ADA MOTIVASI...

ada yang malah sibuk 'berakrobat'...

ada pula yang tidak waspada dan 'dimakan' musuh...

kecuali yang tetap semangat terus menaiki menara perlahan-lahan semakin
tinggi dan semakin tinggi...

Penonton kegirangan dan terus bersorak :
'Terlalu sulit... terlalu sulit... Tak seekor pun akan berhasil...!!!'

Maka lebih banyak lagi katak kecil kelelahan dan menyerah...


ada yang gdn kemasan alasan & excuse yg cantik...

ada yang lupa diri dan tidak konsentrasi...

banyak yang tidak mengakui & membela diri...


Penonton pun makin mabuk kesenangan :

'Betul apa kata kita... TIDAK MUNGKIN BISA... dan terlalu sulit...!!!'

Maka 'habis' sudah semangat mereka dan makin banyak yang jatuh...

yang berpotensi berhasil pun... ikut menyerah !!!

yang terparah seperti ini... see ya !!!

tapi ada SEEKOR katak yang terus melaju tidak menghiraukan sorakan penonton
hingga dia naik semakin tinggi dan tinggi...

nampak bersemangat dan pantang menyerah...

dia berlari dan melompat dng hati...

Akhirnya semua menyerah menaiki bukit kecuali SATU katak kecil ini yang dng
usaha keras menjadi satu-satunya yang berhasil mencapai puncak...!!!


Penonton dan SEMUA katak kecil yang lain sangat penasaran ingin tahu...
'bagaimana dia bisa melakukannya ya...???'

Kemudian seorang penonton bertanya bagaimana cara katak yang berhasil
menemukan kekuatan untuk mencapai tujuan...???

Sang katak ini diam TIDAK MENJAWAB...
hanya dua jempolnya diacungkan ke si penanya...

... TERNYATA katak yang juara itu TULI...!!!

MORAL CERITA :
Jangan pernah mendengar orang lain yang mempunyai
kecenderungan negatif atau pun pesimis... mereka
mengambil sebagian besar mimpi-mimpimu dan
menjauhkannya darimu.


Berlakulah TULI jika orang menganggapmu tidak bisa menggapai cita-citamu..!!!

Selalu berpikirlah... POSITIVE...!!!



Baca Selengkapnya......

Saturday, December 20, 2008

- Cerdas Saja Tidak Cukup

Cerdas Saja Tidak Cukup
       Dini dan Doni baru saja lulus dari universitas. Doni mengambil penelitian tentang jamur, sedang Dini memilih bakteri. Keduanya sama-sama bekerja keras sampai rela menginap berbulan-bulan di laboratorium mikrobiologi untuk menyelesaikan penelitiannyt Disamping pekerja keras, keduanya adalah mahasiswa pintar, bedanya prestasi akademis Dini jauh lebih menonjol dibanding Doni. Dini adalah mahasiswa dengan prestasi akademis yang sangat cemerlang, masih ditambah segudang prestasi non akademis yang tak kalah meyakinkan.
Predikat cum laude dan segepok piagam serta sertifikat yang dimilikinya membuat hampir semua teman sekampus yakin Dini akan melangkah pasti menuju dunia kerja, jauh meninggalkan Doni yang prestasinya tak begitu menonjol

      Namun kenyataan berbicara lain. Hanya dalam waktu kurang dari satu bulan Doni diterima di sebuah pabrik negatif film. Dini baru diterima di sebuah Bank 6 bulan kemudian. Bukan itu saja, Doni masih terus mendapat tawaran kerja dari beberapa perusahaan yang pernah dilamarnya. Hal yang tak pernah dialami Dini.

Mengapa?

      Dini memang lebih pintar dari Doni, tetapi Dini tak memiliki sebuah ketrampilan yang dimiliki Doni. Yaitu ketrampilan memanfaatkan ilmu pengetahuan yang telah dimiliki!.

Dini sekedar cerdas saja, tapi tak tahu cara memanfaatkan kemampuan akademisnya yang luar biasa. Ibarat pelari cepat, Dini hanya mampu memenangkan kejuaraan lari bila diselenggarakan di stadion khusus untuk lari. Namun bila harus bertanding lari di alam bebas, Dini akan kalah. Meskipun larinya sangat cepat, Dini hanya tahu cara berlari di jalan raya. Sama sekali tak terpikirkan untuk lari melewati jalan pintas, menerobos gang-gang kecil, menyeberang sungai, melintasi sawah agar sampai ke tujuan lebih cepat. Akibatnya Dini dengan mudah dikalahkan oleh pelari-pelari yang kecepatannya jauh di bawah dirinya.

      Berbeda dengan Dini, Doni tak hanya mengandalkan informasi lowongan kerja yang ada di kampus dan di koran-koran. Doni dengan seksama mempelajari perusahaan-perusahaan yang dia perkirakan membutuhkan keahliannya. Pabrik negatif film yang ngeri melihat serangan jamur pada gulungan negatif filmnya; pabrik kertas yang kebingungan saat gulungan kertasnya putus-putus karena ditumbuhi jamur; produsen gandum yang ingin gudangnya bebas jamur; produsen makanan yang ingin makanannya bebas bakteri dan jamur; sebuah museum lukisan di Singapura yang ingin melindungi koleksinya dari serangan jamur; bahkan industri petrokimia yang sangat antusias ingin merekrut Doni setelah dikirimi presentasi tentang pengolahan limbah menggunakan mikrobia yang memakan biaya murah dan prosesnya lebih cepat dibanding cara konvensional.

     Doni mampu mengoptimalkan penerapan keahlian yang dimilikinya sehingga mendapat respon positif dari banyak perusahaan. Ketrampilan menggunakan kecerdasan adalah kuncinya. Cerdas saja tidak cukup, harus dilengkapi juga dengan usaha memperluas wawasan dan melatih kemampuan melihat permasalahan dari berbagai sudut pandang agar kemampuan akademis dapat diterapkan di dunia nyata (c-45 bandung)

Baca Selengkapnya......

Wednesday, December 17, 2008

- PERBEDAAN PERSEPSI

PERBEDAAN PERSEPSI
Ada seorang ayah yang menjelang ajalnya di hadapan sang Istri berpesan DUA hal kepada 2 anak laki-lakinya

- Pertama : Jangan pernah menagih hutang kepada orang yg berhutang kepadamu.
- Kedua : Jika pergi ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari

Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin

Pada suatu hari sang Ibu menanyakan hal itu kepada mereka

Jawab anak yang bungsu :
"Ini karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih".

"Juga Ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong, padahal sebetulnya saya bisa berjalan kaki saja, tetapi karena pesan ayah itu, akibatnya pengeluaranku bertambah banyak".

Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, sang Ibu pun bertanya hal yang sama

Jawab anak sulung :
"Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena Ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak pernah menghutangkan sehingga dengan demikian modal
tidak susut".

"Juga Ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam.
Karenanya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup."

"Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris, karena mempunyai jam kerja lebih lama".

MORAL CERITA :
Kisah diatas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di tanggapi dengan presepsi yang berbeda. Jika kita melihat dengan positive attitude maka segala kesulitan sebenarnya adalah sebuah perjalanan membuat kita sukses tetapi kita bisa juga terhanyut dengan adanya kesulitan karena rutinitas kita... pilihan ada di tangan anda.

Baca Selengkapnya......

Monday, December 8, 2008

- "BEAUTIFUL MINANG" TUJUAN WISATA


Indonesia begitu besar, penduduknya 30 kali Austria ataupun Swiss . Turis yang mengunjungi Austria 19 juta orang per tahun. 2,5 kali penduduknya, mereka membelanjakan 14 milyard

dollar di sana. Kalau mau dianalogikan, maka ranah Minanglah yang mampu menandingi keindahan dan daya tarik turis dari kedua negara tersebut. Maka tidak mustahil turis yang masuk ranah Minang juga 2,5 kali jmlah penduduk daerah ini atau 10 juta orang per tahun. Maka, turisme saja, bila berandai-andai, akan mampu menaikkan pendapatan per kapita penduduk ranah Minang sebesar 2000 dollar per tahun.

Ketakutan penduduk daerah akan rusaknya budaya oleh kedatangan turis-turis tidaklah beralasan. Pengaruh perusakan dari siaran televisi sangat jauh lebih besar. Turis-turis tidak masuk ke kawasan penduduk. Dengan waktu tinggal hanya beberapa hari, fokus kunjungan mereka lebih ke objek wisata alam, wisata peninggalan sejarah dan wisata pertunjukan kesenian dan budaya. Turis-turispun tidak berkeberatan bila diminta masuk ke ranah Minang dengan pakaian sopan. Mereka cukup dewasa untuk memahami adat setempat.

Mungkin tidak perlu dibicarakan secara rinci apa yang harus dilakukan untuk menyiapkan ranah Minang jadi daerah wisata internasional karena semuanya sudah ada panduan atau
'teori'nya, banyak textbook tentang itu, banyak konsultan yang mampu memberikan arahan.

Yang ingin disampaikan dalam saran pendek ini adalah bagaimana promosinya agar dunia mengenal dan tertarik mengunjungi ranah Minang. Kita sering melihat iklan wisata di CNN seperti 'Truly Malaysia' , demikian juga iklan-iklan gencar lain mengenai Thailand, Egypt dan lain-lain.
Mengingat begitu luasnya Indonesia, maka iklan 'visit Indonesia' jadinya sangat umum. Karena itu tidak kalah pentingnya juga secara khusus mengkampanyekan 'Minang beautiful' atau 'Minang Wow' atau 'lovely Minang' atau slogan lain yang lebih mengambil perhatian. Ciptakan suatu citra unik 'Minang' seperti halnya 'Bali'

Dengan semangat otonomi daerah maka republik ini dengan senang hati mempersilahkan daerah untuk mencari kiat-kiat untuk meningkatkan kemakmurannya, termasuk promosi.

Promosi ini dilakukan secara internasional baik media cetak dan elektronik seperti CNN, BBC, CNBC dan lain-lain yang cakupannya luas. Pengenalan 'Minang' boleh identik dengan
pengenalan Indonesia, tapi bilamana Indonesia yang sangat luas ini, mengalami gangguan di satu daerahnya, maka 'Minang' tidak akan ikut terpengaruh besar. Turis lebih mengenal 'Minang' sebagai Minang dan hanya ingin kepastian bahwa 'Minang' masih tetap aman dan layak kunjung.

Untuk itu tentu diperlukan dana yang besar. Agar pemerintah Sumbar tidak perlu mengeluarkan dana jalan keluar yang dapat dicoba adalah bekerjasama dengan konsultan internasional yang kuat. Mereka dijanjikan keuntungan berupa royalty yang diambilkan dari peningkatan pajak daerah yang berasal dari turisme selama beberapa waktu sampai modal mereka kembali dengan keuntungan yang layak.

Malaysia, dengan waktu cepat mampu menggaet jutaan turis dengan kampanye 'Truly Asia' nya. Makan Insya Allah demikian juga dengan ranah Minang dengan kampanye " Lovely Minang' atau 'Beautiful Minang' nya.

Tentu perlu dicatat bahwa ranah Minang sekaligus juga membenahi diri dengan segala perangkat, baik manusia, keamanan, sistem dan fasilitas, yang mampu menerima turis mancanegara secara berkualitas prima internasional.

Maizar Rahman
Penulis adalah Ketua Dewan Gubernur OPEC(Putra Nagari Batu Palano)

Baca Selengkapnya......